Mencari apa yang diminati dan sesuai dengan jati diri bisa dimulai dengan mengamati diri sendiri lebih mendalam. Memperhatikan apa yang sering dilakukan dengan sukarela selama ini, ingat-ingat hal apa sih yang disukai bener-bener suka.
“Pelajaran apa yang paling disukai ?”
“Gak ada yang suka banget, semua biasa aja.”
“Kalo Hobi apa ?”
“Emm….bingung gak punya hobi.”
“Kalo sama temen suka ngobrolin apa ?”
“Ngobrol hal umum-umum sih, gak ada yang istimewa.”
Demikian obrolanku dengannya dalam rangka menggali kegiatan masa lalu yang pernah dilakukan, karena hal ini bisa menjadi informasi yang sangat penting untuk menemukan minat dan bakat.
Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menemukan minat atau hal apa yang disukai secara sukarela untuk dilakukan berulang kali. Minat yang sesuai dengan kemampuan yang sudah ada sejak lahir atau secara alami telah dimiliki yaitu bakat, diantaranya adalah :
1. Mencari pelajaran yang disukai
Bisa jadi dengan mengetahui apa pelajaran yang disukai adalah pintu menemukan minat dan bakat dalam suatu hal tertentu. Misalnya ketika pelajaran Bahasa Indonesia suka membuat karangan bebas, suka membuat puisi, suka membaca cerita. Ini adalah sebuah petunjuk bahwa ia suka menulis, bisa menekuni segala hal yang berkaitan dengan kepenulisan.
2. Menggali hobi yang ditekuni
Hobi adalah aktivitas yang sering dilakukan dan ringan dalam mengerjakannya. Misal hobi bermain basket, suka menonton pertandingan basket, mengikuti berita tentang olahraga basket. Dari sini bisa juga kita jadikan keahlian yang diasah terus menerus untuk menjadi hebat.
3. Mencari pengalaman
Bisa jadi belum menemukan hal yang disukai karena belum pernah melakukannya sama sekali sehingga belum mengetahui apakah suatu hal itu suka atau tidak. Carilah kegiatan sebanyak-banyaknya agar mendapatkan pengalaman yang luas karena bisa jadi ada hal tersembunyi yang belum diketahui.
4. Mencari sisi positif dalam diri
Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun kebanyakan sering tidak percaya terhadap kelebihan yang dimiliki oleh diri sendiri. Ketidakpercayaan diri ini menyebabkan sulit menemukan sisi positif dalam diri. Diantara sekian banyak kelemahan maka pastinya ada meskipun satu hal sisi baik seseorang.
5. Mengidentifikasi kebiasaan-kebiasaan kecil yang pernah dilakukan
Kebiasaan-kebiasaan kecil seperti suka merapikan kamar, suka merapikan sandal dan sepatu ke tempatnya, suka membantu ibu menyiapkan bahan masakan, memperhatikan adik sudah makan atau belum, suka menanam macam-macam tanaman, dan banyak hal lainnya. Hal-hal tersebut bisa sebagai titik informasi menemukan minat dan bakat yang dominan.
6. Bertanya kepada orang terdekat
Cara lain adalah bertanya kepada orang terdekat dalam keluarga seperti orang tua, kakak, adik atau kepada guru disekolah. Bisa juga meminta pandangan dari teman atau sahabat dekat yang biasa bergaul. Terkadang kita tidak mampu merasakan apa yang sebenarnya kita bisa, melalui pandangan orang lain yang mengenal kita bisa jadi sumber informasi yang patut ditimbang lebih dalam untuk menemukan minat dan bakat.
7. Mencari sesuatu yang terasa sangat mudah dilakukan
Tanpa sadar terkadang kita merasakan sangat mudah ketika melakukan sesuatu hal, tidak ada kesulitan berarti dan tidak ada kendala sama sekali ketika. Hal ini bisa menjadi petunjuk tentang sesuatu yang menjadi potensi untuk dikembangkan.
8. Melakukan tes minat bakat
Setiap manusia pada dasarnya telah diciptakan dalam keadaan terbaik sesuai potensinya masing-masing. Apa yang disukai dan tidak disukai sangat mungkin berkaitan dengan penciptaan manusia dalam kehendak Sang Pencipta. Dia Yang Maha Kuasa sesungguhnya sudah menginstall ciptaannya sesuai dengan kiprah apa yang akan diemban dalam kehidupan.
Dengan mengetahui settingan asli alami dari yang menciptakan kita tentunya akan lebih mudah memilih bidang untuk diminati. Hal ini dikarenakan didukung oleh tubuh sebagai satu kesatuan utuh yang dimana telah dikondisikan.
Menemukan minat dan bakat saja tidak cukup, perlu ditindaklanjuti dengan latihan dan penggemblengan yang sungguh-sungguh agar terasah dengan baik dan dapat dijadikan profesi yang bisa menghasilkan kebahagiaan.
Disarikan dari berbagai sumber by carolinadestika

Tidak ada komentar:
Posting Komentar